Kamis, 13 Maret 2014

Zaynab

Zainab binti Jahsy membuka pintu utk tamunya (Nabi yg ingin bertemu Zayd). Zayd ibn Al Harits adalah anak angkat Muhammad. Dia adalah budak hadiah perkawinan dari Khadijah utk Muhammad. Zaenab tdk menyangka akan kedatangan tamu dan pd saat itu dia sdng berpakaian seadanya.. Zainab mempersilahkan Rasulullah masuk dan menunggu hingga suaminya kembali. Nabi kagum dgn kecantikan Zaynab dan memuji "Maha Agung Allah Dia yang menguasai hati manusia" Ketika Zayd sampai ke rumah, Zaenab menceritakan kejadian tadi. Segera Zayd menemui Rasulullah. Zayd bertanya "Apakah Zaenab mencintaimu? Kalau benar akan kuceraikan dia".. Jawab Nabi:" Jagalah istrimu, takutlah kepada Allah. Sesuatu yg halal tp dibenci Allah adalah perceraian". Namun rumah tangga Zayd dan Zaenab bukan rumah tangga yang bahagia sehingga akhirnya terjadilah perceraian itu.. Bulan demi bulan berlalu. Disaat bercakap2 dgn istrinya, tiba2 Nabi mengatakan bahwa kekuatan wahyu menyelimuti dirinya. "Siapa yg akan pergi ke rumah Zaynab dan menyampaikan berita dr langit bhw Allah tlh menikahkan dia denganku" Anggota keluarga Nabi Salma (pembantu Shafiyyah) buru2 bergegas berlari menuju ke rumah Zaynab menyampaikan berita itu. Nabi menikahi Zaenab dgn wahyu :"Kami telah menikahkan mereka" QS 33:40, mk pengantin wanita segera dibawa oleh pengantin pria. Masalah timbul krn Zayd adalah anak angkat Muhammad. Akhirnya nama Zayd ibn Muhammad diganti kembali menjadi Zayd ibn Haritsah. Aturan bapak angkat dan anak angkat tidak memiliki hubungan darah, ditegaskan lagi oleh wahyu.. "Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak laki2 diantara kalian, tapi di Rasulullah penutup para nabi" QS 33:40. Pada masa itu, posisi anak angkat tidak beda dengan anak kandung dan AlQuran melarang menikahi wanita bekas istri dari anak kandung. Dan menurut hukum Islam beliau tidak boleh menikah lagi karena sudah memiliki empat orang istri.. Di Jazirah Arab, masy spt arus pasang sedang beralih membela Muhammad, namun di Madinah perlawanan semakin keras. Konflik semakin tajam, bahkan setiap hari Ibn Ubay "menyindir" seandainya dia lah pemegang kepemimpinan. Bagi orang Arab, status hukum adopsi sama mengikat dgn pertalian biologis. Beredarlah rumor hubungan inses. "Enak sekali! Tuhanmu benar2 ingin mempercepat pertalian kalian" sahut Aisyah ketus. Suasana mmg tidak nyaman, Aisyah berkata dgn tajam "Apakah kau senang dengan pasangan baru mu?" Aisyah mmg kesayangan Muhammad, dia cantik, bersemangat, suka bicara, bangga akan posisinya dan pencemburu. Dalam ekspedisi menyerang sebuah suku sekutu Quraisy di dekat Madinah, Aisyah dibawa utk menemani. Penyerangan itu berhasil, kaum Muslim berhasil merebut 200 unta, 500 domba dan dua ratus perempuan suku itu. Hati Aisyah ciut ketika melihat Juwairiyyah binti Al Harist putri kepala suku ada di dalam tawanan karena dia begitu cantik.  Dan benar saja, selama negosiasi menyusul penyerangan itu, Muhammad mengajukan tawaran perkawinan untuk mengikat persekutuan dengan ayahnya. Gosip pun terus berhembus hingga "tragedi kalung". Tentang hubungan Aisyah dan kawan lama nya Safwan ibn Al Mu'attal.  Skandal itu mengguncang Madinah, masuk akal sehingga kaum Muhajirun mulai mempercainya. Bahkan Abu Bakr mulai curiga kalau gosip itu benar. Lebih serius lagi Muhammad sendiri meragukan kepolosan Aisyah. Dia tampak bingung & tak pasti. Tanda menurunnya kepercayaan dirinya. Ali pun berkomentar " Allah tak membatasimu, masih banyak wanita lain selain dia. Tp tanyalah pembantunya. Dia akn bcerita yg sesungguhnya"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kaum Badui Arab

“Menurut Khalifah Umar Bin Khattab, orang-orang Badui lah yang melengkapi  Islam dengan bahan-bahan yang kasar”. Kaum Badui A...