Minggu, 07 Februari 2010

VALENTINO ROSSI


VALENTINO ROSSI – “THE DOCTOR”

Bagi kalangan umum apalagi pencinta otomotif, nama Valentino Rossi sudah bukan sesuatu yang asing di dengar. Dialah legenda hidup otomotif yang masih “on fire” untuk terus mengejar prestasi yang terus menorehkan namanya dalam tinta emas “manusia yang mempegaruhi dunia.”. Pada tahun 2002, saat usianya baru 23 tahun dia sudah mampu memenangkan kejuaraan dunia untuk semua kategori :125cc, 250cc,500cc dam MotoGP. Tentu saja hal ini sangat special karena hal ini belum dilakukan oleh siapapun. Dan tahun 2008, Valentino Rossi bersama Yamaha akan mempersembahkan kembali gelar juara dunia kelas MotoGP setelah 2006 jatuh ke tangan Nicky Hayden dan 2007 ke pelukan Casey Stoner.

Valentino Rossi adalah seorang manusia biasa yang marah apabila kalah, sedih apabila dia motornya jatuh, senang apabila memenangkan kejuaraan dan semua perasaan yang berkecamuk dalam batinnya. Bedanya, dia berhasil memadukan perasaan itu sebagai energi yang luar biasa untuk bangkit, bangkit dan bangkit. Tapi yang pasti dia dilahirkan untuk ngebut. Dia adalah seniman yang berhasil dalam meramu kecepatan motornya menjadi sebuah karya seni balap. Memang jalan untuk mencapai hal tersebut sangatlah terjal, perseteruan di olahraga otomotif luarbiasa ketat. Rivalnya spt: Max Biaggi, Sete Gibernau, Casey Stoner, Dani Pedrosa adalah pembalap yang selalu siap menantang Rossi untuk adu balap. Tapi bukan Rossi kalau gentar. Apapun motornya, pemenangnya sudah pasti Rossi.

Memang terlalu sombong dengan “Apapun motornya, pemenangnya pasti Rossi”, Rossi pun tidak enak dengan gelar tersebut. Dimulai dengan menjadi pembalap Honda yang punya moto “Siapapun Pembalapnya Jika Memakai Honda Pasti Menang”, Rossi mengalami stress yang luar biasa. Jika dia menang, motor Honda nya yang dipuji, jika dia kalah dianya sebagai pembalap yang dicaci. Akhirnya dari gurauan Davide Brivio (Direktur Tim Yamaha) untuk bergabung dengan Yamaha, Rossi pun bepikir dan menyambut positif ajakan Brivio. Menurut Brivio Yamaha tidak akan pernah menjadi pemenang jika Rossi masih menjadi pembalap Honda. Walaupun kondisi Yamaha pun tidak dalam kondisi yang baik. Motor Yamaha sendiri masih kalah dibanding Honda dan pembalap Yamaha pun tidak ada yang bagus. Ajakan itu adalah gurauan yang berbuntut tantangan. Mampukah aku menjadi juara jika aku memakai Yamaha? Sementara motor terbaik adalah Honda. Dan aku adalah pembalap Honda. Tapi bukan Rossi kalau takut. Ajakan Brivio disambut positif oleh Rossi sampai-sampai Brivio sendiri tidak percaya kalau Rossi mau meninggalkan Honda untuk bergabung dengan Yamaha. Ya, tentu saja tidak percaya karena itu adalah tindakan bunuh diri!

Rossi percaya bahwa Yamaha adalah raksasa yang sedang tertidur. Yamaha bisa bangkit jika ada seseorang yang merombak “suasana” Yamaha. Dan Rossi pun bertekad, sayalah orang yang melakukan “perombakan” itu. Hal itu tidak mudah, karena suasana kerja Yamaha sangatlah berbeda dengan Honda yang serba teratur. Akhirnya, Rossi bisa pindah menjadi pembalap Yamaha dengan syarat dialah yang menentukan tim juga diberi kebebasan dalam menangani motor. Itulah hal yang tidak mungkin didapatkan di Honda. Para pembalap di Honda diharuskan patuh terhadap setelan insinyur Honda. Dan Rossi membawa tim teknisi Honda menuju Yamaha. Sudah pasti Rossi ingin Jeremy Burgess, ketua tim teknisinya di Honda. Dan Yamaha mengabulkan semua negosiasi dengan Rossi. Kebebasan inilah yang membuat Rossi merasa nyaman bersama Yamaha dan siap menjadi Juara bersama Yamaha.

Tak terasa MotoGP sudah memasuki tahun 2009, tahun 2008 MotoGP ditutup dengan manis oleh Yamaha (kategori, pabrikan motor: Yamaha, pembalap: Valentino Rossi, team: Fiat Yamaha, termasuk rookie of the year: Jorge Lorenzo). Valentino Rossi masih “on fire”, biar dikatakan sudah tua untung ukuran MotoGP, tapi dialah “King of MotoGP” untuk saat ini. Saya mengikuti debut Valentino Rossi sejak dia mengikuti kelas 125 cc. Kenangan yang terindah adalah pindah dari Honda menuju Yamaha, Tidak ada yang percaya dengan keputusan itu, saya pun tidak. Boleh pindah, tapi kok Yamaha? Tapi Rossi dapat membuktikan bahwa kepindahan dia ke Yamaha memberikan Gelar Juara Dunia, Yang kedua, ketika tahun 2006-2007, ketika juara dunia lepas ke tangan Nicky Hayden dan Casey Stoner, semua menjagokan (kritisi, pembalap bahkan media) pembalap muda, Casey Stoner, dan masa Rossi sudah habis. Tapi, bukan Rossi klu tidak tertantang. “Ayo Kita Balap..!!!” kata Rossi. Hasilnya kita lihat pas GP US Laguna Seca (The best MotoGP 2008), Dan Rossi Juara !!!! Yamaha vs Ducati !!! Yamaha menang..!!!.

Pelajaran hidup dari Valentino Rossi adalah bangkit,…bangkit, dan bangkit….!!!.Walaupun keadaan sudah tidak memungkinkan, walaupun kita sudah dipandang sebelah mata, walaupun kita sudah dianggap “tidak layak”, ini tidak mungkin…, semua bilang tidak mungkin… hanya ada sedikit “celah”. Dan “celah”itu hanya kita yang tahu. Ambil, jangan sia-siakan kesempatan itu. Hanya itulah kesempatan kita. Ambil atau terlambat sama sekali..!!! Dan jika kita berhasil, hanya kita yang tahu, kalau kita berhasil,….Yes, aku berhasil,…..!!! (Ini data valid, SAYA LAH BUKTINYA !!!-VALENTINO ROSSI).

Hasan Sobirin-dari berbagai sumber, Valentino Rossi- Otobiografi “What if I had never tried it”, Valentino Rossi fans Club Bandung on Facebook-groups, Valentino Rossi -Yellow Community 46, November 2008.

Kaum Badui Arab

“Menurut Khalifah Umar Bin Khattab, orang-orang Badui lah yang melengkapi  Islam dengan bahan-bahan yang kasar”. Kaum Badui A...